twitter
    "... karena hidup penuh hikmah ..."
Tampilkan postingan dengan label Emosional. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Emosional. Tampilkan semua postingan

Butuh pengertian

       Tiga hari lagi tersisa,. Waktu untuk mengadakan pertemuan antara keluarga besar Windra dengan keluarga besar Hasbi,. Acara silaturahmi oleh dua keluarga yang telah lama saling kenal,. Hasbi adalah temanQ sejak SD,. Hingga SMA kami tetap duduk di bangku sekolah yang sama,. Tamat dari SMA, kami mulai memilih jalan masing-masing,. Hasbi seorang keluarga dokter, dan ayahnya pun menginginkan Hasbi untuk melanjutkan tradisi itu,. Hasbi mendaftar di Fakultas Kedokteran salah satu universitas ternama di Ibukota,.
      Sementara Q sendiri, anak yang terlahir dari keluarga yang biasa-biasa saja,. Beruntung bisa bersahabat dengan Hasbi,. Tiap hari ke sekolah bisa numpang di mobilnya,. Namun, cukup sampai SMA saja kami bersama, karena tentunya keluargaQ tidak akan sanggup dengan tagihan-tagihan bila Q memaksa masuk ke Fakultas Kedokteran,. Cukup di Fakultas MIPA saja menurutQ,.

Raga kita berbeda, Tapi jiwa kita satu,.

     ...
     Sebut saja Fulan dan Fulanah, sepasang insan yang sangat bahagia, menjalin rumah tangga dengan penuh cinta dan kasih, berikut kisahnya,.
     ...
     Hari ini hari ahad, hari yang spesial untuk kami berdua,. Tepat hari ini adalah tahun ketujuh kami bersama, mengarungi bahtera kehidupan diatas sebuah rakit cinta kami,. Seperti biasa, bidadariQ tersayang sudah menunggu hadiah spesial dariQ, dan dia pun biasanya sudah menyiapkan hadiah untukQ,.

Kasih dan CintaQ takkan pernah berkurang padamu,.

Tepat menjelang adzan subuh hari itu, saya lahir,. Semua terlihat bahagia dengan kehadiranQ,. Semua mendoakan masa depanQ,. “...semoga kelak bisa jadi tentara nak...”, ‘’...insyaAllah jadi dokter ya klo udah gede...”, “...jadi anak yang pinter ya, biar bisa jadi dosen...”, dan perkataan lain sejenisnya,.
Namun saya tak tahu apa itu semua hanya mimpi atau takdir masa depan,. Orang tuaQ bukan siapa-siapa,. Bukan pejabat tapi beliau juga disegani, mungkin karena wibawanya,. Bukan pula konglongmerat yang tiap harinya gonta-ganti mobil,. BapakQ cuma punya sepeda motor butut, seringkali juga sering menyusahkan kalau mogok di tengah jalan,. Honda tua itulah yang beliau gunakan setiap harinya untuk mencari nafkah keluarga,. Sebagai seseorang yang hanya berijazah SMP, beliau bekerja sebagai wiraswasta di sebuah toko meubel,. Penghasilan pas-pasan, tapi dengan hadirnya Menteri Keuangan terbaik di dunia (IbuQ), alhamdulillah cukup untuk menghidupi kami sekeluarga dan membesarkanQ,.
IbuQ sendiri hanya seorang ibu rumah tangga biasa, bukan wanita karier,. Walau tidak tamat SD karena kendala ekonomi, tetapi saya yakin beliau orang yang sangat cerdas,. Karena catatan prestasiQ yang gemilang di tiap jenjang sekolah, seringkali orang-orang beranggapan bahwa kedua orang tuaQ adalah orang yang berpendidikan tinggi, dosen, insinyur, atau yang lainnya. Tapi mereka salah,. Saya lahir dari sepasang orang yang cerdas, hanya saja kurang beruntung, tidak mengenyam pendidikan karena kendala ekonomi,. Kalo saja bisa sekolah, beliau pun pasti tak kalah dengan pasangan Habibie-Ainun. IbuQ sangat peduli dengan pentingnya pendidikan,. Tak boleh putus sekolah,. Anggaran terbesar dari penghasilan Bapak, beliau alokasikan untuk pendidikan anaknya,. Demi Allah, saya tak pernah malu memiliki mereka,.
Sejak kecil beliau berdua banyak menanamkan nilai-nilai moral, nilai-nilai agama, bagaimana berakhlak yang baik, hingga tidak mengambil sesuatu yang bukan hak kita, sekecil apapun itu,. Walau terkadang apa yang dinasehatkan olehnya enggan saya lakukan,. Kini saya baru sadar bahwa semua yang beliau ajarkan itu ada pelajaran yang bisa saya petik,. Beliau berdua adalah guru terbaik di dunia,. Beliau sangat sabar, hingga tak mau menghukum anaknya yang nakal,.
Apa yang beliau ajarkan sejak kecil, selalu saya pegang di setiap langkah hidup ini,. Enam tahun menjalani masa SD, tiga tahun di SMP, tiga tahun pula di SMA, terakhir 4 tahun di bangku kuliah,.
...
Hari ini adalah hari wisuda saya,. Bapak dan Ibu  tentunya sangat bangga, setelah sekian lama menanti, akhirnya bisa melihat anaknya memakai "toga",. Segera setelah hari ini kami yang telah lulus akan mendapatkan SK menjadi seorang pegawai negeri sipil sesuai penempatan masing-masing,.
Waktu berjalan begitu singkat, gaji pertamaQ telah saya niatkan untuk diberikan kepada Ibu semuanya,. Beliau sangat terharu,. Walau tidak terlalu besar, yang penting halal,.
Empat tahun berlalu, sesuai rencana saya dan atas persetujuan Bapak dan Ibu, saya ingin melanjutkan study saya,. Tapi Bapak dan IbuQ ingin agar saya berkeluarga dulu,.
Q kabarilah wanita yang oleh takdir kami telah dipertemukan beberapa waktu lalu,. "Saya beserta Bapak dan Ibu akan datang melamar", itu kataQ padanya,. Niat baik keluargaQ pun disambut baik oleh keluarganya,. Segera tanggal pernikahan pun ditentukan,. 
Tibalah hari berbahagia itu,. Tapi Q lihat ada yang aneh dengan Ibu, matanya merah dan bengkak,. Saat Q tanya Bapak, katanya beliau semalaman menangis karena sebentar lagi anaknya akan pergi,. 
Tanpa berfikir panjang, Q ajak Bapak dan Ibu ke kamar,. Sejam sebelum akad nikah, Q bicara dengan Bapak dan Ibu,. 
... 
"Bapak, Ibu, hari ini adalah hari yang sangat berarti bagi saya dan tentunya juga bagi Bapak dan Ibu, saya mohon doa restu,. Saat ini saya tahu apa yang Bapak Ibu khawatirkan,. Tapi demi Allah, saya tidak ingin menjadi anak durhaka yang melupakan orang tuanya,. Saya pun tahu, Bapak dan Ibu tidak pernah mengharap balasan sedikitpun atas apa yang Bapak dan Ibu lakukan hingga saya seperti sekarang ini,. Bahkan saat saya memberi gaji pertamaQ, Ibu sempat menolak, setelah Q paksa Ibu baru menerimanya, tapi memberikannya kembali padaQ untuk ditabung sebagai persiapan kuliah S2 nanti,. Dan ingat saat Bapak sakit,. Saat Q ajak Bapak ke dokter, Bapak tidak mau dengan berbagai alasan, padahal saya tahu Bapak tidak mau karena tidak ingin mengurangi tabunganQ,. 
Sungguh apa yang Bapak Ibu khawatirkan itu salah, jauh hari sebelum saya meminta kesediaannya (calonQ) untuk menikah, saya tanyakan kepadanya apakah setelah menikah dia keberatan jika Bapak dan Ibu tinggal bersama saya,. Dengan kesholehannya dia jawab, `Demi Allah, tidak sama sekali, setelah saya menjadi bagian hidupmu, maka Bapak dan Ibumu adalah Bapak dan IbuQ juga`,. 
Bapak, Ibu, kasih sayang dan cintaQ takkan pernah berkurang padamu,. Kesabaranmu merawatQ diwaktu kecil, juga akan Q lakukan untuk memanjakan masa tuamu,. Maka, kali ini saya mohon dengan sangat agar Bapak dan Ibu tidak menolak, segera setelah pernikahan ini, saya ingin Bapak dan Ibu tinggal bersama kami,." 
Dengan rasa haru, Ibu memeluk dan menciumQ,. 
I lovu U Mom,. 
I love U Dad,.

" ... seperti udara, kasih yang engkau berikan, tak mampu Q membalas ..."
_iwan fals_



"... Bersyukurlah bagi kamu yang masih memiliki Ibu dan Bapak,. Di luar sana, banyak orang yang hanya mampu mendoakan Ibu dan Bapaknya yang sudah tiada,.  Bahkan tidak sedikit yang tidak mengetahui siapa Bapak dan Ibu mereka,. ..."
_rais almakassary_



*kisah diatas hanyalah cerita fiksi, bukan atas suatu kejadian, pengalaman, harapan, ataupun mimpi penulis,. Penulis hanya ingin berkisah, melatih diri membangun karakter setiap pemeran dalam berbagai kisah,. Tulisannya belum begitu bagus, jadi harap maklum,.

KoTa TuA

     Rutinitas yang tiap hari dijalani terkadang terasa membosankan,. Kerja, kuliah, ngurus rumah tangga, dan segala aktifitas lainnya,. Suatu saat akan tiba pada titik jenuh,. Dan masing-masing orang punya cara tersendiri untuk ngobatin kesuntukan tersebut,. Refreshing atau jalan-jalan adalah salah satu yang paling sering dilakaukan kebanyakan orang,. Pergi ke suatu tempat, sendiri, bersama org lain, atwpun dengan keluarga,. Sedikit melepaskan kepenatan yang selama ini terkungkung di kepala,.

     Di jakarta sendiri, banyak tempat yang bisa dijadikan tempat refreshing,. Di kota tua misalnya,. Tempat tersebut hampir tiap harinya ramai dikunjungi, apalagi kalau weekend,. Tidak hanya orang jakarta saja, tapi wisatawan asing juga sering terlihat disana,. Tempatnya lumayan luas dan didominasi dengan bangunan-bangunan tua serta museum, namanya juga kota tua,.


    Masing-masing yang datang ke sana pun dengan tujuan yang beda-beda,. Beberapa orang datang dengan membawa kamera profesional, sedikit menyalurkan bakat dan hobby di bidang fotografi,. Ada juga klub sepedaan yang dengan keahliannya berakrobat dengan sepeda BMX nya,.



      Bagi anda yang datang bersama keluarga, bisa memanfaatkan moment untuk berfoto dengan bangunan tua sebagai backgroud,. Atau jika anda juga tertarik untuk berkeliling di sekitar daerah kota tua, jangan khawatir untuk capek berjalan kaki karena disana juga ada jasa penyewaan sepeda ontel tua, tapi masih layak pakai kok,.



    Laper ataupun haus, juga tak perlu khawatir,. Disana banyak jajanan-jajanan dan warung-warung yang insyaAllah dijamin lumayan bisa mengganjel perut,he,. "...senyum dulu mas,biar dagangannya laris..."



    Tapi entah sadar atau tidak, di saat kita tengah bersenang-senang, bergembira, tertawa dengan riangnya, ternyata ditengah-tengah kita ada banyak saudara kita yang nasibnya sedikit kurang beruntung,.

    Lihatlah dia,hanya bisa menggigit jari melihat anak2 laen seumurannya tengah bermain sepeda dengan asyiknya,gambaran betapa pengennya dia berada di posisi itu,. "Om,gayus, bliin sy sepeda dong,.."



    Saat kita lagi bersenang-senang bersama keluarga, ada keluarga2 lain yang ber"piknik" dengan cara yang sedikit berbeda sperti berikut ini,. Itu bukan jajanan bwt mereka,tapi itu barang dagangan mereka,. Mirip ruko tak beratap dan tak berdinding,. "...hidup susah ataupun senang,kita akan jalani bersama-sama Mas..."



    Kita mungkin dituntut untuk sedikit lebih peka dengan kondisi sosial lingkungan di sekitas kita,. Potret diatas mungkin hanyalah satu dari sekian banyak fakta tentang kurang meratanya kesejahteraan di negara kita,. Sangat timpang,. Harusnya pemerintah mampu mengambil kebijakan yang tepat,. Dengan berlandaskan data dari Badan Pusat Statistik yang akurat dan terpercaya, harusnya diguanakan dengan baik oleh pemerintah sebagai dasar suatu perencanaan dan pengambilan keputusan serta kebijakan,.
    Kesimpulannya, disaat kita tengah berlebih rejeki nya, jangan lupa kalau di sekitar kita banyak yang lebih membutuhkan,. Piknik, jalan-jalan, ataupun refreshing boleh-boleh saja, tetapi jangan sampai berlebihan,. Tak ada salahnya kalau kita membantu pemerintah mngurangi jarak kesenjangan sosial yang ada,.

"... ambil hikmah atas kejadian apapun, kapanpun, dan dimanapun kamu berada..."
_rais almakassary_

"Aku diciptakan untuk mendampingi siapa???"

       Kesuksesan dan kebahagian seringkali dijadikan banyak orang sebagai tujuan hidup. Sekelompok orang berpendapat bahwa dirinya telah sukses dan bahagia ketika berhasil menumpuk harta dan kekayaan sebanyak-banyaknya,. Di lain pihak ada juga yang berpandangan bahwa sukses itu adalah ketika dirinya mampu mengenyam pendidikan hingga jenjang tertinggi dengan berbagai gelar yang menempel pada namanya,. Silahkan,... setiap dari kita berhak dan bebas menentukan kategori dan definisi sukses itu seperti apa,.
       Namun, ketika kita mampu meraih gelar Prof. Dr. xxxx, dengan jabatan penting di pemerintahan, menjadi pengusaha sukses serta harta berlimpah, rasanya semua itu akan terasa hampa jika kita belum berkeluarga,. Penghasilan pas-pasan, rumah sederhana, makan sepiring berdua, sepertinya dunia terasa jauh lebih indah dan bermakna,.